HUBUNGAN HIGIENE SANITASI DAN PENYAKIT INFEKSI DENGAN STATUS GIZI SANTRIWATI DI PONDOK PESANTREN SABILUL HASANAH

Faradina Aghadiati, Windi Indah Fajar Ningsih, Sari Bema Ramdika, Devieka Rhama Dhanny

Abstract


Pendahuluan; Status gizi remaja merupakan faktor penting dalam menunjang pertumbuhan dan kesehatan jangka panjang. Lingkungan pesantren yang padat serta fasilitas sanitasi yang terbatas dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi dan berdampak pada status gizi santri. Tujuan; Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara higiene sanitasi dan penyakit infeksi dengan status gizi santriwati di salah satu pondok pesantren. Bahan dan Metode; Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 50 santriwati yang dipilih secara purposive random sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri (berat badan dan tinggi badan), serta kuesioner tentang higiene sanitasi dan riwayat penyakit infeksi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil; Santriwati dengan higiene sanitasi baik sebagian besar memiliki status gizi normal (76,9%), sedangkan pada kelompok dengan higiene kurang hanya 66,7% yang bergizi normal. Pada variabel penyakit infeksi, 64% santriwati yang mengalami infeksi tetap memiliki status gizi normal. Namun, hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara higiene sanitasi (p = 0,53) maupun penyakit infeksi (p = 0,35) dengan status gizi. Kesimpulan; Tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara higiene sanitasi dan penyakit infeksi dengan status gizi santriwati. Meskipun demikian, kondisi lingkungan pesantren tetap perlu diperhatikan untuk mencegah penurunan status gizi melalui perbaikan sanitasi dan pengendalian penyakit infeksi.

Keywords


Higiene sanitasi, penyakit infeksi, status gizi, santriwati, pesantren

Full Text:

PDF

References


Supariasa DN, Bakri B, Fajar I. Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC; 2016.

Kementerian Kesehatan RI. Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2019.

UNICEF. Improving Nutrition Outcomes through Water, Sanitation and Hygiene (WASH). New York: UNICEF; 2021.

Black RE, Allen LH, Bhutta ZA, et al. Maternal and child undernutrition: global and regional exposures and health consequences. Lancet. 2008;371(9608):243–60.

Gani HA., Istiaji E., Pratiwi PE. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Tatanan Rumah Tangga Masyarakat Using (Studi Kualitatif di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi). IKESMA.2015:11(1):25-35.

Kemenkes RI. Pedoman Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2011.

Rochaeni RF. Hubungan Antara Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Status Gizi Siswa Kelas Iv Dan V Tahun Ajaran 2016/2017 Sd Negeri Kembaran Candimulyo Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Skripsi. Universitas Negeri Surakarta.2016.

Hidayat, Tjetjep S., and Noviati Fuada. Hubungan Sanitasi Lingkungan, Morbiditas dan Status Gizi Balita di Indonesia. Penelitian Gizi dan Makanan, vol. 34, no. 2, 2011,

Fatmawati TY. dan Saputra NE. 2016. Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Santri Pondok Pesantren As’ad Dan Pondok Pesantren Al Hidayah. Jurnal Psikologi Jambi, 1(1): 29-35.

Sudirman, N., Saleh, M., Susilawaty, A., & Basri, S. Kondisi Sanitasi Lingkungan Pondok Pesantren di Kota Makassar Tahun 2018. HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 2019 , 5(1), 39–45.

Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Pembinaan Kesehatan di Pesantren. Jakarta: Ditjen Kesmas; 2020.

Amalia N, Dieny F, Candra A, Nissa C. Hubungan Daya Terima Makanan Dengan Kualitas Diet Pada Santri. Gizi Indonesia. 2023, 46(1):43-56

Black, R.E., et al. Maternal and child undernutrition: global and regional exposures and health consequences. The Lancet, 2008, 371(9608), 243–260.

Setia, M.S. Methodology Series Module 3: Cross-sectional Studies. Indian Journal of Dermatology, 2016, 61(3), 261–264.

World Health Organization. Sanitation and Health. Geneva: WHO; 2019.

Fitriana L, et al. Hubungan higiene sanitasi dan kejadian diare terhadap status gizi santri. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. 2020;15(3):210–216.

Hadi H, Rachmi CN, Roosita K. Sanitasi lingkungan dan perilaku cuci tangan berhubungan dengan status gizi anak sekolah dasar. Media Gizi Indonesia. 2015;10(2):114–20.

Bartram J, Charles K, Evans B, O’Hanlon L, Pedley S. Commentary on Community-Led Total Sanitation and Human Rights: Should the Right to Community-Wide Health Be Won at the Cost of Individual Rights?. Journal of Water and Health, 2015;10 (4): 499–503. [PubMed]

Black RE, Victora CG, Walker SP, Bhutta ZA, Christian P, de Onis M, et al. Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries. Lancet. 2013;382(9890):427–51.

Rachmawati Y, Susilowati S, Lestari D. Hubungan penyakit infeksi dengan status gizi pada balita di Puskesmas Bantul. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia. 2019;7(1):1–7.

Mulyadi, Rahmawati A, Kurniawan F. Pengaruh infeksi cacing usus terhadap status gizi pada siswa sekolah dasar di daerah endemik. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. 2018;9(1):48–55.

Aghadiati, Faradina. "Relationship Of Nutritional Status With Acute Respiratory Infection Incidence In Toddlers." Journal of Applied Food and Nutrition, 2022; 3.1: 30-35.

Scrimshaw NS, Taylor CE, Gordon JE. Interactions of nutrition and infection. Monogr Ser World Health Organ. 2010;(57):3–329.

UNICEF. Nutrition and Infection: A vicious cycle. New York: UNICEF; 2021.

Nurhayati S, Hidayat A. Hubungan stres dengan nafsu makan pada remaja putri. Jurnal Kesehatan. 2019;7(1):33–9.

World Health Organization. Improving nutrition outcomes with better water, sanitation and hygiene: Practical solutions for policy and programmes. Geneva: WHO; 2015.




DOI: https://doi.org/10.33085/jdg.v8i1.6492

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.