Identifikasi Total Bakteri Asam Laktat (BAL) pada Yoghurt dengan Variasi Sukrosa dan Susu Skim

Levinna Agustine, Yenni Okfrianti, Jumiyati Jum

Abstract


Yoghurt merupakan produk yang diperoleh dari susu yang telah dipasteurisasi, kemudian difermentasi dengan bakteri tertentu sampai diperoleh keasaman, bau dan rasa yang khas, tanpa penambahan bahan lain. Dimana pada proses pembuatan yoghurt fermentasi selama + 8 jam yang menghasilkan bakteri asam laktat (BAL). Bakteri Asam Laktat (BAL) merupakan bakteri baik yang berperan dalam sistem imun manusia. Tujuan; Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bakteri asam laktat dan total bakteri asam pada yoghurt dengan variasi sukrosa dan susu skim. Bahan dan Metode; Penelitian eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada  produk A1 (sukrosa 10 gram dan susu skim 200 ml), A2 (sukrosa 20 gram dan susu skim 200 ml), A3 (sukrosa 30 gram dan susu skim 200 ml) dengan menggunakan metode Total Plate Count (TPC). Hasil; Hasil penelitian didapatkan jenis bakteri yaitu lactobacillus yaitu bakteri gram positif yang berbentuk basil, dinding selnya menyerap warna violet dan memiliki lapisan peptidoglikan yang tebal (20-80 nm). Pada total bakteri asam laktat didapatkan jumlah produk A1 sebesar 6,924 log cfu/ml, A2 sebesar 7,006 log cfu/ml, A3 sebesar 7,054 log cfu/ml.  Kesimpulan; Semakin tinggi variasi  sukrosa dan susu skim maka aktivitas bakteri asam laktat semakin tinggi karena dipengaruhi dengan adanya sukrosa yang merupakan sumber karbon untuk pertumbuhan mikroorganisme dan adanya susu skim sebagai sumber nitrogen dan sumber nutrisi yang dimanfaatkan untuk pertumbuhan bakteri asam laktat.


Keywords


Yoghurt; Sukrosa; Susu Skim; BAL

Full Text:

PDF

References


Suter, I. K. 2013. Pangan Fungsional dan Prospek Pengembangannya. Jurnal Ikatan Keluarga Mahasiswa, 1–17.

Fatmawati, U., Prasetyo, F. I., Supia, M., Utami. 2013.Karakteristik Yogurt yang Terbuat dari Jenis Susu dengan Penambahan Kultur Campuran Lactobacillus Bulgaricus dan Streptococus Thermophillus. Jurnal Bioedukasi Vol 6 (2) 1-9.

Hatta H, Nurhafsah, Laboko AI, Masriani, Manggabarani S. Kajian Mutu Kerupuk Kulit Pisang Kepok. In: Peningkatan Daya Saing Industri Pangan Nasional Berbasis Pangan Lokal Inovatif, Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia. Makassar, Indonesia: 2016. p. 18–20.

Fadro, Efendi, R., & Restuhadi, F. 2015. Pengaruh Penambahan Susu Skim dalam Pembuatan Minuman Probiotik Susu Jagung (Zea Mays L.) Menggunakan Kultur Lactobacillus acidophilus. Jurnal Sagu, 14(2), 28–36.

Suarni, & Subagio, H. 2013. Potensi Pengembangan Jagung Dan Sorgum Sebagai Sumber Pangan Fungsional. Jurnal Litbang Pertanian, 32(2), 47–55.

Malik. C., P., Mustawa. M., I. 2017. Identifikasi Mikroba Pewarnaan Gram. Universitas Hasanudin. Makasar.

Subandi. 2012. Mikrobiologi. PT Remaja Rosdakarya, Bandung.

Yanuar, S., E., Sutrisno, A. 2015. Minuman Probiotik dari Air Kelapa Muda dengan Starter Bakteri Asam Laktat Lactobacilus Casei. Jurnal Pangan dan Agroindustri. Vol. 3 No 3

Badel S, T Bernaldi, P Michaud. 2011. New Prespectives for Lactobacilli Exopolysaccharides. Biotecnology Advance 29 (2011) 54-56

Badan Standardisasi Nasional (BSN). 2009. Yogurt. Jakarta

Windhianingrum, N., Purwadi dan I. Thohari. 2015. Effect of Sweet Cornstarch (Zea mays L. Saccharata) on Synbiotic Yoghurt Ice Cream Quality in Terms of Viscosity, Overrun, Total Solid and Total Plate Count (TPC). Universitas Brawijaya, Malang.

Muhsinin, S., Rizaldi, R., & Gozali, D. 2016. Formulasi Produk Minuman Probiotik (Yoghurt) dari Sari Jagung Manis ( Zea mays L.) dengan Penambahan Bakteri Probiotik Lactobacillus bulgaricus dan streptoccus thermophilus. Jurnal Farmasi Galenika, 3(1), 36–40.




DOI: https://doi.org/10.33085/jdg.v1i2.2972

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.