Penderita Kusta Pausibasiler Yang Diduga Alergi Terhadap Dapson Sebuah Laporan Kasus

Wan Tisya Muhaira, Muhammad Yoga Dwi Anggara Sopiyan, Fahmi Irsan Nasution

Abstract


Penyakit kusta adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium leprae (M.leprae) yang pertama menyerang saraf tepi, selanjutnya dapat menyerang kulit, mukosa mulut, saluran nafas bagian atas, sistem retikuloendotelial, mata, otot, tulang, dan testis kecuali susunan saraf pusat. Klassifikasi kusta menurut WHO terdiri dari Pausibasiler (1-5 lesi kulit) dan multibasiler (> 5 lesi kulit). Seorang wanita umur 35 tahun datang dengan keluhan bercak kemerahan pada wajah, badan, lengan, kaki sejak 2 minggu yang lalu. Awalnya kulit melepuh lebih kurang satu minggu yang lalu dan kemudian menjadi bercak kemerahan dengan sisik dan terasa gatal. Terdapat juga bercak putih dan kehitaman pada punggung, lengan kiri dan paha yang mati rasa. Keluhan nyeri dan pembesaran saraf tidak dijumpai. Sebelumnya pasien telah mendapat pengobatan MDT-PB dari rumah sakit lain selama 1 bulan. Riwayat meminum obat selain MDT-PB sebelum keluhan timbul tidak dijumpai. Pemeriksaan BTA ulangan dijumpai hasil negatif. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, gejala klinis dan pemeriksaan penunjang. Pasien dinyatakan menderita alergi obat yang diduga karena pemakaian MDT-PB. Efek samping penggunaan dapson dapat menimbulkan reaksi alergi pada kulit, gangguan hematologi, hepatitis, nefritis dan neuritis perifer. Walaupun demikian pengobatan untuk kusta harus tetap diberikan. Penatalaksanaan yang diberikan untuk penderita PB yang alergi terhadap dapson dapat diganti dengan klofazimin dengan dosis dan jangka waktu pengobatan yang sama.


Keywords


Kusta, regimen kusta WHO, efek samping dapson

Full Text:

PDF

References


Bryceson A, Pfaltzgraff RE. Introduction. Dalam Brycesson A, Pfaltzgraff. Leprosy. edisi ke-3. Singapore, Churchill Livingstone; 1990. h.1-4.

Amiruddin MD, Hakim Zainal, Darwis Emir. Diagnosis penyakit kusta. Dalam:

Sjamsoe-Daili ES, dkk, editor. Kusta. Edisi ke-2. Jakarta: Balai penerbit FK UI,

; h.12-32

Drug used in leprosy. World Health Organization. Geneva; 1998. h.2-3

Diagnosis dan klasifikasi. Dalam: Buku pedoman nasional pengendalian penyakit

kusta, Departemen Kesehatan RI, Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit dan

Penyehatan Lingkungan 2007; h.37-46

Pengobatan. Dalam: Buku pedoman nasional pengendalian penyakit kusta,

Departemen Kesehatan RI, Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit dan

Penyehatan Lingkungan 2007; h.73-88

Lorenz M, Wozel G, Schmitt J. Hypersensitivity reactions to dapsone: a systematic

review. Review article. Germany; 2012; h.194-199

Rea TH, Modlin RL. Leprosy. Dalam: Wolff K, Goldsmith LA, Katz SI dkk, editor.

Dalam: Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine. Edisi ke-7. New York:

McGraw-Hill; 2008. h. 1786-96.

Bryceson A, Pfaltzgraff RE. Treatment. Dalam: Brycesson A, Pfaltzgraff. Leprosy

edisi ke-3. Singapore, Churchill Livingstone; 1990. h.77-91.

Verma S, Heffernan M. Superficial fungal infection: dermatophytoses,

onychomycosis, tinea nigra, piedra. Dalam: Wolff K, Goldsmith LA, Katz SI dkk, editor. Dalam: Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine. Edisi ke-7. New York: McGraw-Hill; 2008. h.1807-1815.

Lapeere H, dkk. Hypomelanoses and hypermelanoses. Dalam: Wolff K, Goldsmith LA, Katz SI dkk, editor. Dalam: Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine. Edisi ke-7. New York: McGr




DOI: https://doi.org/10.33085/mdj.v2i1.6977

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Sponsored/Supported by:

                     

 E-ISSN : 3123-1993

Contact Person:

dr. Miftah Keumala Sari 
Medicine, Faculty of Medicine, Institut Kesehatan Helvetia.
Jl. Kapten Sumarsono 107, Helvetia, Medan, Sumatera Utara - 20124, Indonesia.
Hp: +6281370755055. Tel/Faks: (061) 42084606
Email: helvetiamedicaljournal@helvetia.ac.id.