Faktor Yang Memengaruhi Pengelolaan Limbah Medis Di Rumkit Tk Ii Putri Hijau

Dyna Safitri Rakhelmi Rangkuti, Muhammad Adiul Ilham, Chairulsyah Putra, Amelia Amelia, Febby Aprilia Putri

Abstract


Pendahuluan; petugas cleaning service mempunyai resiko terbesar terpapar bahan biologi berbahaya (biohazard) dan kontak dengan alat medis sekali pakai (disposableequipment), seperti jarum suntik bekas maupun selang infus bekas. Limbah medis dianggap sebagai limbah paling berbahaya kedua di dunia dan perlu ditangani dan dibuang oleh petugas kesehatan terlatih. Berdasarkan dari survei awal yang dilakukan secara langsung oleh peneliti, masih ditemukan limbah medis yang belum ditangani dengan baik. Tujuan; untuk mengetahui faktor yang memengaruhi pengelolaan limbah medis di Rumkit TK II Putri Hijau Medan. Metode; penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan Cross sectional. Populasi pada penelitian ini seluruh petugas cleaning service sebanyak 22 orang dan sampel yang diambil menggunakan tehnik total sampel sebanyak 22 orang. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan statistik uji regresi logistik. Hasil; hasil analisis uji chi-square menunjukkan bahwa nilai p masing-masing variabel antara lain man diperoleh p-value = 0,010, methode diperoleh p-value = 0,000, machine diperoleh p-value = 0,000, material diperoleh p-value = 0,003 dan pengawasan diperoleh p-value = 0,001. Kesimpulan; ada pengaruh man, methode, machine, material dan pengawasan terhadap pengelolaan limbah medis

Keywords


Faktor yang Memengaruhi, Pengelolaan, Limbah Medis

Full Text:

PDF

References


Permenkes RI. UU RI Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Jakarta. 2009;

Adisasmito W. Sistem Manajemen Lingkungan Rumah Sakit. ke-3. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada; 2014.

Rachmawati1 S, Sumiyaningsih E, Atmojo TB. Analisis Manajemen Pengelolaan Limbah Padat Medis B3 Di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret Surakarta. Pros SNST Fak Tek. 2018;1(1):31–6.

Masdi MH. Evaluasi Pengelolaan Limbah Medis Di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin Kota Banda Aceh. Univ Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh. 2018;

Hasibuan RR. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Petugas Cleaning Service dengan Penanganan Limbah Medis di Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi Medan. J Kesehat Masy. 2018;1(2).

Hidayat T, Fauzan A, Rahman E, Arsyad M, Banjari A. Hubungan Beban Kerja dan Stres dengan Kecelakaan Kerja Pada Petugas Cleaning Service di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin. 2020;

Permenkes RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 7 Tahun 2009 Tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit. 2019;11(1):1–14.

Depkes RI. Penanganan Limbah Medis Tajam Harus Segera Dibenahi. 2003;

Kemenkes RI. Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit. 2016;(June).

Asmadi, ST MS. Pengelolaan Limbah Medis Rumah Sakit. Yogyakarta: Gosyen Publishing; 2013.

Mohammed SM, Othman N, Hussein AH, Rashid KJ. Knowledge, Attitude and Practice of Health Care Workers in Sulaimani Health Facilities in Relation to Medical Waste Management. Kurdistan J Appl Res. 2017;2(2):143–50.

Hapsari R. Analisis Pengelolaan Sampah dengan Pendekatan Sistem di RSUD Dr Moewardi Surakarta. Semarang: Tesis Universitas Diponegoro Semarang; 2016.

Nursamsi N, Thamrin T, Efizon D. Analisis Pengelolaan Limbah Medis Padat Puskesmas di Kabupaten Siak. Din Lingkung Indones. 2017;4(2):86.

Sitepu PY. Sistem Pengelolaan Limbha Medis Padat dan Cair Serta Faktor-Faktor yang Berkaitan dengan Pelaksanaan Pengelolaan Limbah Medis Padat dan Cair di Rumah Sakit Umum Kabanjahe Kabupaten Karo. Medan: Skripsi Universitas Sumatera Utara; 2015.

Lagimpe SHA, Miswan M, Jufri M. Sistem Pengolahan Sampah Medis dan Non Medis di Rumah Sakit Umum Daerah Poso. J Kolaboratif Sains. 2018;1(1).

Asriningrum S. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perilaku Perawat dalam Pemilahan Limbah. 2018;I(I):39–54.

Apriani N. Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Sarana Prasarana dengan Perilaku Perawat dalam Membuang Limbah Medis di Rumah Sakit Umum Daerah Hasanuddin Damrah Kota Manna. 2020;1(1):1–11.

Setiawati LA, Wita IN. Pengelolaan Limbah Medis Bahan Berbahaya dan Beracun terhadap Potensi Pencemaran Lingkungan. Univ Udayana. 2019;9.

Asrun AM, Sihombing LA, Nuraeni Y. Dampak Pengelolaan Sampah Medis Dihubungkan dengan Undang- Undang No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. PAJOUL (Pakuan Justice J Law). 2020;Volume 01(1):33–46.

Rizal. Fungsi Pengawasan Pemerintah Kota Pekanbaru terhadap Limbah Medis Balai Kesehatan/Poliklinik di Kecamatan Tampan. J Renaiss. 2017;2(02):270–7.

Uska RD. Pengawasan Limbah Medis Bahan Berbahaya dan Beracun di Rumah Sakit Umum Daerah Selasih Kabupaten Pelalawan Riau. Univ riau J JOM FISIP. 2019;6:1–19.




DOI: https://doi.org/10.33085/.v8i2.6706

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Sponsored/Supported by:

                      

Contact Person:

Bd. Julina BR Sembiring, SST.,M.Kes
Department of Hospital Administration, Faculty of Public Health, Institut Kesehatan Helvetia.
Jl. Kapt Sumarsono 107, Helvetia, Medan, Sumatera Utara - 20124, Indonesia.
Hp: +6282162165553. Tel/Faks: (061) 42084606
Email: rekammedic@helvetia.ac.id.