Faktor yang Berhubungan dengan Prevalensi Stunting Pada Balita di Indonesia: Analisis Data Ski 2023 (Dalam Perspektif Tafsir Al-Misbah)
Abstract
Upaya penurunan target prevalensi stunting nasional memerlukan pemetaan yang akurat terhadap berbagai faktor risiko multidimensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan prevalensi stunting pada balita di Indonesia melalui Analisis Data Sekunder (ADS) Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan menggunakan desain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita 0-59 bulan di Indonesia yang tercatat dalam data nasional SKI 2023 sebanyak 86.364 dengan sampel 78.860 Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square pada tingkat kepercayaan 95%, dan multivariat menggunakan regresi logistik biner model prediksi. Hasil penelitian dengan analisis bivariat menunjukkan bahwa seluruh variabel independen memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting pada balita, meliputi kelompok usia ibu (p = 0,015), tingkat pendidikan ibu (p = 0,000), status pekerjaan ibu (p = 0,000), status ekonomi ruta balita (p = 0,000), akses layanan kesehatan (p = 0,000), dan kepemilikan asuransi kesehatan (p = 0,000). Lebih lanjut, analisis multivariat menunjukkan bahwa tingkat pendidikan ibu, status ekonomi rumah tangga balita, akses pelayanan kesehatan, dan kepemilikan jaminan kseshatan secara bersama-sama berhubungan signifikan dengan Kejadian stunting pada balita (p < 0,05). Status ekonomi rumah tangga balita merupakan faktor yang paling dominan berpengaruh sebagai faktor yang paling dominan memengaruhi kejadian stunting dengan Odds Ratio (Exp(B)) 1,545. Implementasi kebijakan ke depan perlu diprioritaskan pada penguatan intervensi multisektor, khusunya melalui optimalisasi edukasi usia reproduksi sehat, peningkatan literasi gizi keluarga, serta perluasan cakupan proteksi kesehatan anak secara merata.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Purnamasari I, Widiyati F, Sahli M. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Balita. Matern Neonatal Heal J. 2022;3(2):57–64.
Organization WH. The UNICEF-WHO-World Bank Joint Child Malnutrition Estimates (JME) standard methodology: tracking progress on SDG Indicators 2.2. 1 on stunting, 2.2. 2 (1) on overweight and 2.2. 2 (2) on wasting. Geneva: World Health Organization; 2024.
Ulep VGT, Uy J, Casas LD. What Explains The Large Disparity In Child Stunting In The Philippines? A Decomposition Analysis. Public Health Nutr. 2022;25(11):2995–3007.
Sinaga FC, Damayanti A. Peran Unicef dalam Menangani Permasalahan Kekurangan Gizi di Timor Leste Tahun 2020. J Socia Log. 2023;2(1):1–11.
Sitorus NL. The Significance of Tackling Stunting for The Economic Prosperity of A Nation–A Narrative Review. J Indones Spec Nutr. 2024;2(2):16–22.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Tematik Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 [Laporan Tematik]. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2024.
Kurniati H. Literature Review: Stunting Saat Balita Sebagai Salah Satu Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular di Masa Depan. J Epidemiol Kesehat Indones. 2023;
Shihab MQ. Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an. Cetakan IV. Jakarta: Lentera Hati; 2005.
Yunisti F, Wahyuni R. Efektivitas Terapi Rendaman Citronella Grass Terhadap Perubahan Tekanan Darah Ibu dengan Preeklamsia. J Kesehat. 2022;13.
Kembauw E, Djoko SW. Faktor Sosioekonomi dalam Penanggulangan Stunting: Fokus pada Pendapatan Rumah Tangga di Kabupaten Seram Bagian Timur. Indones J Manag Sci. 2024;3(2):61–7.
Mente SA. Hubungan Kunjungan Antenatal Care (ANC) dan Status Gizi Ibu dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Bualemo. J Pendidik Keperawatan dan Kebidanan. 2025;4(2):1–12.
Sari N, Probandari A, Suminah S. Growth Monitoring Is A Determinant Of Stunting In Toddlers Aged 6-23 Months In Tanjung Jabung Timur Regency, Jambi Province, Indonesia. J Gizi dan Diet Indones (Indonesian J Nutr Diet. 2025;13(6):397–406.
Abrori A, Praptawati D, Mala IS, Rohmah S. Penyuluhan Kesehatan Melalui Integrasi Layanan Primer Pada Posyandu Untuk Pencegahan Stunting di RW 02 Kelurahan Kaligawe. JGEN J Pengabdi Kpd Masy. 2025;3(1):206–16.
Fadlil MR, Pangestuti D, Pane AH, Diba F. Hubungan Usia, Antenatal Care, Stataus Gizi Ibu Hamil dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Puskesmas Puskesmas Petaling, Kabupaten Bangka. J Kedokt Ibnu Nafis. 2025;14(1):161–70.
Azis R, Rifai M, Setiahati NK. Analisis Faktor Risiko Ibu dan Anak Balita Terhadap Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara. Prepotif J Kesehat Masy. 2021;5(2).
Raga AD, Silitonga HTH. Hubungan Karakteristik Ibu, ASI Ekskiusif dan Akses Sanitasi Dasar Terhadap Stunting Pada BaiLita Usia 2-5 Tahun di Puskesmas Manutapen, NTT, Tahun 2021. Maj Kedokt Andalas. 2022;45(2):144–55.
Syarif SN, Darmawansyih D, Setiawati D, Nurdin A, Alwi Z. Hubungan Faktor Ibu dengan Kejadian Stunting Balita 0-59 Bulan di Puskesmas Kassi-Kassi. J Kedokt dan Kesehat. 2024;20(1):1–11.
Izah N, Zumaro EM, Desi NM. Pengetahuan dan Keterampilan Ibu Dalam Stimulasi Perkembangan Balita Stunting di Desa Mendala. J Ilm Kesehat. 2026;15(1):118–24.
Anggraini J, Andarini D, Idris H, Anggraini R. Determinan Kualitas Ibu yang Dapat Memengaruhi Kejadian Stunting Pada Anak: Literatur Review. J Kesehat Masy Indones. 2024;2(1):1–10.
Savita R, Amelia F. Hubungan Pekerjaan Ibu, Jenis Kelamin, dan Pemberian ASI Eklusif Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita 6-59 Bulan di Bangka Selatan. J Kesehat Poltekkes Kemenkes Ri Pangkalpinang. 2020;8(1):6–13.
Utami AS, Nur IM. Pekerjaan Ibu Sebagai Faktor Dominan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24–59 Bulan. J Ris Kedokt. 2023;3(1):49–56.
Mulyaningsih T, Mohanty I, Widyaningsih V, Gebremedhin TA, Miranti R, Wiyono VH. Beyond Personal Factors: Multilevel Determinants of Childhood Stunting in Indonesia. PLoS One. 2021;16(11):e0260265.
Widyaningsih V, Mulyaningsih T, Nur Rahmawati F, Adhitya D. Determinants Of Socioeconomic And Rural-Urban Disparities In Stunting: Evidence From Indonesia. Rural Remote Health. 2022;22(1):1–10.
Maulany RF, Dianingati RS. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Akses Kesehatan. Indones J Pharm Nat Prod. 2021;4(2).
H M, AD L, AA R, CS A, NJ F, F H. Aksesibilitas Puskesmas di Jawa Timur. 1st ed. Surabaya: Persakmi & BRIN; 2023.
Hasan AR, Bachtiar A, Candi C. The Potential Of Private Health Insurance Ownership Based On The 2018-2020 National Socioeconomic Survey Data. Kesmas J Kesehat Masy Nas. 2022;17(4):287.
Firdausi NJ, Handayani D, Laksono AD. Apakah Asuransi Kesehatan Berkaitan dengan Pemanfaatan Puskesmas? Studi Potong Lintang di Probolinggo-Jawa Timur Tahun 2018. J Keperawatan Indones Timur (East Indones Nurs Journal). 2022;2(2):72–81.
DOI: https://doi.org/10.33085/jkg.v9i3.7117
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Sponsored/Supported by:
Contact Person:
Jl. Kapt Sumarsono 107, Helvetia, Medan, Sumatera Utara - 20124, Indonesia.
Hp: +6282 3659 99629. Tel/Faks: (061) 42084606
1.png)







