EFEK NIACINAMIDE BERBASIS KITOSAN TERHADAP EPIDERMAL GROWTH FACTOR DAN MALONDIALDEHYDE PADA PENYEMBUHAN LUKA EKSISI TIKUS WISTAR
Abstract
Pendahuluan: Kulit sebagai organ terluar tubuh memiliki fungsi utama sebagai barrier terhadap kerusakan mekanis, infeksi, dan stres oksidatif. Kerusakan kulit memicu proses penyembuhan luka yang melibatkan berbagai faktor pertumbuhan seperti Epidermal Growth Factor (EGF) dan mediator stres oksidatif seperti Malondialdehyde (MDA). Niacinamide (vitamin B3) memiliki potensi antioksidan dan antiinflamasi, namun penetrasi kulitnya rendah sehingga memerlukan sistem penghantar yang tepat. Kitosan sebagai biopolimer memiliki sifat biokompatibel, biodegradabel, dan kemampuan meningkatkan penetrasi zat aktif [1,2]. Tujuan: Menganalisis efek formulasi niacinamide berbasis kitosan terhadap aktivitas EGF dan MDA pada penyembuhan luka eksisi tikus putih galur Wistar secara in vivo. Metode: Penelitian eksperimental laboratorium menggunakan 40 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi dalam 5 kelompok (normal, kontrol negatif, kontrol positif Bioplacenton, perlakuan niacinamide 0,4% b/v berbasis kitosan, dan perlakuan niacinamide 1% b/v berbasis kitosan), masing-masing diamati pada hari ke-3 dan ke-14. Setiap tikus dibuat luka eksisi full thickness 2×2 cm dan diberikan gel niacinamide berbasis kitosan dua kali sehari. Pemeriksaan meliputi parameter klinis (kecepatan dan persentase penyembuhan luka), pemeriksaan ELISA untuk kadar EGF dan MDA, serta pemeriksaan histopatologi (jumlah fibroblas dan kepadatan kolagen) [3,4]. Hasil: Kelompok perlakuan niacinamide 0,4% b/v menunjukkan percepatan penyembuhan klinis yang signifikan (p<0,001) dengan performa terbaik dibandingkan kelompok lain. Namun, tidak ditemukan perbedaan signifikan pada kadar EGF (p=0,848), kadar MDA (p=0,904), jumlah fibroblas (p=0,481), maupun kepadatan kolagen (p=0,386) antar kelompok [5]. Kesimpulan: Formulasi niacinamide berbasis kitosan mempercepat penyembuhan luka secara klinis, namun efek ini tidak disertai perubahan signifikan pada parameter molekuler dan histopatologis yang diukur. Kontribusi spesifik niacinamide tidak dapat dipisahkan dari efek kitosan karena keterbatasan desain (tidak adanya kontrol vehicle), sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk mengidentifikasi mekanisme molekuler yang mendasari efek terapeutik tersebut.
Kata Kunci: Penyembuhan luka, niacinamide berbasis kitosan, MDA, EGF
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Wilkinson HN, Hardman MJ. Wound healing: cellular mechanisms and pathological outcomes. Open Biol. 2020;10(9):200223.
Sinno H, Prakash S. Complements and the wound healing cascade: an updated review. Plast Surg Int. 2013;2013:146764.
Guo S, Dipietro LA. Factors affecting wound healing. J Dent Res. 2010;89(3):219-229.
Stone WL. Physiology, Growth Factor. StatPearls. 2017.
Sosa V, Moline T, Somoza R, et al. Oxidative stress and cancer: an overview. Ageing Res Rev. 2013;12(1):376-390.
Gupta A, Singh RL, Raghubir R. Antioxidant status during cutaneous wound healing in immunocompromised rats. Mol Cell Biochem. 2002;241(1-2):1-7.
Khoubnasabjafari M, Ansarin K, Jouyban A. Reliability of malondialdehyde as a biomarker of oxidative stress in psychological disorders. Bioimpacts. 2015;5(3):123-127.
Boo YC. Mechanistic basis and clinical evidence for the applications of nicotinamide (niacinamide) to control skin aging and pigmentation. Antioxidants. 2021;10(8):1315.
Marques C, Hadjab F, Porcello A, et al. Mechanistic insights into the multiple functions of niacinamide: therapeutic implications and cosmeceutical applications in functional skincare products. Antioxidants. 2024;13(4):425.
Kang HT, Lee HI, Hwang ES. Nicotinamide extends replicative lifespan of human cells. Aging Cell. 2006;5(5):423-436.
Desnita R, Luliana S, Kasim Z. Improving the in vitro penetration of niacinamide using span 60-based niosomal system in gel formulation. Pharmaciana. 2018;8(2):296.
Ahmed S, Ahmad M. Chitosan based dressings for wound care. Immunochem Immunopathol. 2015;1(2):1000106.
Che X, et al. Application of chitosan-based hydrogel in promoting wound healing: a review. Polymers. 2024;16(3):344.
DOI: https://doi.org/10.33085/jdf.v10i3.7087
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Sponsored/Supported by:
Contact Person:
Department of Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Institut Kesehatan Helvetia
Hp: +6287784286161. Tel: (061) 42084606

1.png)








