PENGARUH EFEKTIFITAS KEKAKUAN BULU SIKAT GIGI SOFT DAN HARD TERHADAP PENURUNAN INDEKSPLAK

Firdha Muharraran, Budi ., Satya Samudra Wijaya, Alysha Maharani Lubis

Abstract


Plak gigi merupakan faktor utama yang berperan dalam terjadinya karies gigi dan penyakit periodontal. Menyikat gigi merupakan metode mekanis yang paling efektif untuk mengendalikan plak. Salah satu faktor yang memengaruhi efektivitas penyikatan gigi adalah tingkat kekakuan bulu sikat gigi, yaitu bulu sikat soft dan hard. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas kekakuan bulu sikat gigi soft dan hard terhadap penurunan indeks plak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan pre-test dan post-test. Sampel penelitian berjumlah 60 orang yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 30 orang menggunakan sikat gigi berbulu soft dan 30 orang menggunakan sikat gigi berbulu hard. Pengukuran indeks plak dilakukan sebelum dan sesudah menyikat gigi menggunakan metode Bass dengan penilaian Patient Hygiene Performance (PHP) Index. Data dianalisis menggunakan uji Independent Sample T-Test setelah memenuhi syarat normalitas dan homogenitas. Rata-rata indeks plak pada kelompok sikat gigi soft menurun dari 2,79 menjadi 2,14 dengan rata-rata penurunan sebesar 0,65. Pada kelompok sikat gigi hard, indeks plak menurun dari 2,65 menjadi 1,21 dengan rata-rata penurunan sebesar 1,44. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami penurunan indeks plak yang signifikan, dengan nilai p=0,003 pada kelompok soft dan p=0,000 pada kelompok hard (p<0,05). Penurunan indeks plak pada kelompok sikat gigi hard lebih besar dibandingkan kelompok sikat gigi soft. Terdapat perbedaan efektivitas antara sikat gigi berbulu soft dan hard dalam menurunkan indeks plak. Sikat gigi berbulu hard terbukti lebih efektif dalam menurunkan indeks plak dibandingkan sikat gigi berbulu soft.

Keywords


Indeks Plak, Sikat Gigi Soft, Sikat Gigi Hard, Kesehatan Gigi dan Mulut, Plak Gigi.

Full Text:

PDF

References


Angela, A.,2005,Pencegahan Primer pada Anak yang Berisiko Karies Tinggi, Majalah Kedokteran Gigi, 4 Juli:130.

Beemsterboer, P.L., Perry, D.A., dan Essex, G., 2014, Periodontology for the Dental Hygienist, 4th Ed, Elsevier Saunders, p. 117: 192-196.

Besford, J., 1996, Mengenal Gigi Anda: Petunjuk Orang Tua, Penerjemah: S. Faruk dan N. Sumawinata, Arcan, Jakarta.

Carranza, F.A., 1990, Periodontal Disease: Classification of Periodontal Disease, dalam Glickman’s Clinical Periodontology, Jhon Dyson (ed.), 7th Ed, W. B. Saunders, Philadelphia.

Daliemunthe, S.H., 2001, Periodonsia, Departemen Periodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara,Medan.

Daliemunthe, S.H., 2008, Periodonsia, Departemen Periodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara Medan,p. 132.

Darwita, R.R., Novrinda, H., Budiharto, Pratiwi, P.D., Amalia, R., dan Asri, S.R., 2011, Efektifitas Program Sikat Gigi Bersama terhadap Risiko Karies Gigi pada Murid Sekolah Dasar, jur. Departemen Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Jakarta, 61(5): 205-209.

Fedi, P.F., dan Vernino, A.R.,2012,Silabus Periodonti, 4th ed, EGC, Jakarta, p.15-6, 73-5, 30.

Hamsar, A., 2005, Perbandingan Sikat Gigi yang Berbulu Halus (soft) dengan Sikat Gigi yang Berbulu Sedang (Medium) terhadap Manfaatnya Menghilang Plak pada Anak Usia 9-12 Tahun di SD Negeri 060830 Kecamatan Medan Petisah, Jur. PANMED, 1(1): 20-23.

Jovina, T.A., 2010, Pengaruh Kebiasaan Menyikat Gigi Terhadap Status Pengalaman Karies Riskesdas 2007, Tesis, Universitas Indonesia, Depok.

Kidd, E.A.M., dan Bechal, S.J., 2012, Dasar-Dasar Karies: Penyakit Dan Penanggulangannya, Ed. ke-3, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Pantow, C.B., Warouw, S.M., dan Gunawan, P.N., 2014, Pengaruh Penyuluhan Cara Menyikat Gigi Terhadap Indeks Plak Gigi pada Siswa SD Inpres Lapangan, Jurnal Ilmiah, Manado.

Putri, M.H., Herijulianti, E., dan Nurjannah, N., 2012, Ilmu Pencegahan Penyakit Jaringan Keras dan Jaringan Pendukung Gigi, Ed. Ke-2, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Putri, M.H., Herijulianti, E., dan Nurjannah, N., 2008, Ilmu Pencegahan Penyakit Jaringan Keras dan Jaringan Pendukung Gigi, EGC, Jakarta, p. 59-60, 112-123.

Roeslan, B.O., 2002, Imunologi Oral: Kelainan Di Dalam Rongga Mulut, Ed. ke-1, Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.

Santosaningsih, D., Gita, I.B., dan Sriwahyuni, E., 2011, Pengaruh Ekstrak Kayu siwak (Salvadora perisca) terhadap Pertumbuhan Streptococcus Mutans, J FK UNBRAW, 3(4): 53-65.

Srigupta, A.A., 2004, Panduan Singkat Perawatan Gigi & Mulut: Buku Ini Membantu Anda Bagaimana Mengambil Langkah Bijak Merawat Gigi Dan Kesehatan Mulut. Ed. ke-1, Prestasi Pustaka, Jakarta.

Tan, H.H., 1993, Ilmu Kedokteran Gigi Pencegahan, Ed. ke-1, Gajah Mada University Press, 19. Yogyakarta.

Wirayuni, K.A., 2003, Plaque Control, J Ked. Gigi. Mahasaraswati (JKGM), 1(1): 17-22.

Wuriyanti, D.S., 2009, Perbedaan debris indeks antara menyikat gigi secara mandiri dengan menyikat gigi dibantu orang tua pada murid kelas nol besar TK Marsudsiwi Pengkol Kapling Jepara tahun 2009, J Jur. Kesgi Politeknik Kes. Semarang, 27(2): 227-237.

Yani, R.W.E., 2005, Hubungan Pola Menyikat Gigi dengan Karies Gigi, Indonesian Jurnal of Dentistry, 1(12).

Yanti, G.N., dan Natamiharja, L., 2005, Pemilihan dan Pemakaian Sikat Gigi pada Murid-Murid SMA di Kota Medan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara, Dentika Dental Journal, 1(10): 28-32.




DOI: https://doi.org/10.33085/mdj.v1i1.7013

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Sponsored/Supported by:

                     

 E-ISSN : 3123-1993

Contact Person:

dr. Miftah Keumala Sari 
Medicine, Faculty of Medicine, Institut Kesehatan Helvetia.
Jl. Kapten Sumarsono 107, Helvetia, Medan, Sumatera Utara - 20124, Indonesia.
Hp: +6281370755055. Tel/Faks: (061) 42084606
Email: helvetiamedicaljournal@helvetia.ac.id.