Hubungan Tingkat Nyeri dengan Kualitas Tidur pada Pasien Post Operasi Apendiksitis di Rumah Sakit Mitra Medika Medan

Afina Muharani Syaftriani, Muflih Ngadino

Abstract


 

Appendicitis adalah merupakan peradangan akibat infeksi pada usus  buntu  atau umbai  cacing (apendiks). Infeksi ini bisa mengakibatkan penanahan.Bila infeksi bertambah parah, usus yang ujungnya buntu dan menonjol dari bagian awal usus besar atau sekum (cecum). Usus buntu besarnya sekitar keliling tangan dan terletak di perut kanan bawah.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan tingkat nyeri dengan kualitas tidur pada pasien post operasi appendicitis Di Rumah Sakit Mitra Medika Medan Tahun 2020. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Survei Analitik dengan menggunakan metode Cross sectional dengan uji chi-square. Populasi dalam penelitian ini adalah post operasi appendicitis berjumlah 113 responden. Pengambilan sample yang digunakan adalah Accidental sampling, pengumpulan data menggunakan kuisioner,  Visual Analoque Scale  dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI)  berjumlah 53 responden. Berdasarkan hasil analisa dengan menggunakan Uji Chi-Square Test memperlihatkan bahwa nilai p=0,007 < α = 0,05, hal ini membuktikan bahwa ada hubungan tingkat nyeri dengan kualitas tidur pada pasien post operasi appendicitis di Rumah Sakit Mitra Medika Medan 2020. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa secara statistik ada hubungan tingkat nyeri dengan kualitas tidur pada pasien post operasi appendicitis di Rumah Sakit Mitra Medika Medan 2020. Disarankan penelitian ini dapat menjadi bahan masukan dan pertimbangan kepada pasien post operasi appendicitis Di Rumah Sakit Mitra Medika Medan Tahun 2020.

 

 

 


Keywords


Kualitas Tidur;Post Operasi Appendisitis;Tingkat Nyeri

Full Text:

PDF

References


Manurung FR, Simangunsong B, Siagian P. Karakteristik Penderita Apendisitis Akut yang Dirawat Inap di RSUD Lubuk Pakam Deli Serdang Tahun 2015-2016. J urnal Kedokt Methodist,. 2016;2(2):20–7.

Astuti A, Merdekawati D. Pengaruh Terapi Musik Klasik Terhadap Penurunan Tingkat Skala Nyeri Pasien Post Operasi. J ipteks Terap. 2016;10(3):148–54.

Talu YHI, Maryah V, Andinawati M. Perbedaan Efektifitas Kompres Dingin dan Kompres Hangat Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri pada Pasien Post Operasi Appendicitis di RSUD Waikabubak Sumba Barat-NTT. Nurs News (Meriden). 2018;3(1):13–21.

Rasubala GF, Kumaat LT, Mulyadi. Pengaruh Teknik Relaksasi Benson Terhadap Skala Nyeri pada Pasien Post Operasi Di RSUP. Prof. Dr. R.D. Kandou Rs Tk.Iii R.W. Mongisidi Teling Manado. J Keperawatan. 2017;5(1):1–9.

Muhammad I. Panduan Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Bidang Kesehatan Menggunakan Metode Penelitian Ilmiah. 6th ed. Bandung: Cipta pustaka Media Perintis; 2016.

Aribawa I gusti ngurah M. Dasar Manajemen Nyeri & Tatalaksana Multi Teknik Patient Controlled Analgesia. 1st ed. Jakarta: CV. Sagung Seto; 2017.

Indri UV, Karim D, Elita V. Hubungan antara Nyeri, Kecemasan dan Lingkungan dengan Kualitas Tidur pada Pasien Post Operasi Apendisitis. J Online Mhs Univ Riau. 2014;1(2):1–7.

Mubarak WI, Indrawati L, Susanto J. Ilmu Keperawatan Dasar. 2nd ed. Jakarta Selatan: Salemba Medika; 2015.

Permatasari D. Hubungan Kualitas dan Kuantitas Tidur dengan Intensitas Nyeri Pasien Post Operasi Appendisitis. [Skripsi]. Universitas Surakarta; 2020.

Mariyam. Panduan Tatalaksana Gangguan Tidur. 2nd ed. Jakarta: CV. Sagung Seto; 2018.




DOI: https://doi.org/10.33085/jnu.v3i1.5116

Refbacks

  • There are currently no refbacks.