Hubungan Kadar Ureum Dan Kadar Kretinin dengan Terjadinya Diabetes Melitus di Rumah Sakit Umum Mitra Medika Medan

Muflih Ngadino, Maria Haryanti

Abstract


Data WHO melaporkan bahwa Indonesia menempati urutan keempat terbesar dari jumlah penderita diabetes mellitus dengan prevalensi 8,6% dari total penduduk setelah India, China dan Amerikat serikat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar ureum dan kadar kreatinin dengan terjadinya diabetes melitus di RSU Mitra Medika Tahun 2020. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi penelitian adalah pasien yang datang melakukan pengecekan selama bulan Oktober 2020 berjumlah 35 responden. Pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Berdasarkan hasil analisa dengan menggunakan uji Chi-Square test memperlihatkan bahwa nilai signifikan probabilitas (Asymp-Sig) kadar ureum dengan terjadinya Diabetes Melitus adalah 0,000 < nilai sig α 0,05, dan kadar kreatinin dengan terjadinya diabetes melitus 0,000 < nilai sig α 0,05, hal ini membuktikan bahwa ada hubungan kadar ureum dan kadar kretainin dengan terjadinya diabetes melitus di RSU Mitra Medika Tahun 2020. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa secara statistik ada hubungan kadar ureum dan kretainin dengan terjadinya Diabetes Melitus di RSU Mitra Medika . Saran bagi RSU Mitra Medika agar tetap menurunkan angka kejadian Diabetes Melitus.


Keywords


Kadar Ureum;Diabetes Melitus;Kreatinin

Full Text:

PDF

References


Adelia N. Hubungan Antara Kadar Glukosa Darah Sewaktu dengan Kadar Ureum Serta Kreatinin pada Pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Kabupaten Bojonegoro. [Skripsi]. Universitas Airlangga; 2020.

Sari N. Hubungan Antara Diabetes Melitus Tipe II dengan Kejadian Gagal Ginjal Kronik di Rumah Sakit Muhammadiyah Yogyakarta Tahun 2012 [DISS]. Universitas Islam Indonesia; 2013.

PUTRI NA. Hubungan Tingkat Pengetahuan Gizi Seimbang dan Tingkat Pendidikan dengan Kejadian Diabetes Melitus Gestasional pada Ibu Hamil di Kabupaten Bantul Yogyakarta [DISS]. [Skripsi]. Universitas Alma Ata Yogyakarta; 2019.

Alfarisi S, Basuki W, Susantiningsih T. Perbedaan Kadar Kreatinin Serum Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 yang Terkontrol dengan yang Tidak Terkontrol Di Rumah Sakit Umum Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2012. J Major. 2013;2(5):23–32.

Wulandari AD, Chasani S, Ismail A. Hubungan Dislipidemia dengan Kadar Ureum dan Kreatinin Darah pada Penderita Nefropati Diabetik. Fakultas Kedokteran; 2012.

Syahlani A, Primasari NA, Ma’arif MS. Hubungan Diabetes Melitus dengan Kadar Ureum Kreatinin di Poliklinik Geriatri Rumah Sakit Umum Ulin Banjarmasin. J Kebidanan Dan Keperawatan. 2016;7(2):320–31.

Anwar S, Ariosta A. Perbedaan Kadar Ureum, Natrium, Kalium dan Klorida Pra dan Pasca Hemodialisa pada Pasien dengan Penyakit Ginjal Kronik. Intisari Sains Med. 2019;10(1):223–6.

Indriani V, Siswandari W, Lestari T. Hubungan antara Kadar Ureum, Kreatinin dan Klirens Kreatinin dengan Proteinuria pada Penderita Diabetes Mellitus. In: Prosiding Seminar Nasional LPPM Unsoed. 2017.

Tandi J, Wulandari A, Asrifa A. Efek Ekstrak Etanol Daun Gendola Merah (Basella alba L.) terhadap Kadar Kreatinin, Ureum dan Deskripsi Histologis Tubulus Ginjal Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) Diabetes yang Diinduksi Streptozotocin. J Farm Galen (Galenika J Pharmacy)(E-Journal). Universitas Tadulako; 2017;3(2):93–102.

Widia Satia Padma I, Sri Arjani IAM, Jirna IN. Gambaran Kadar Kreatinin Serum pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar. Meditory J Med Lab. Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Denpasar; 2017;5(2):107–17.

Octviani P. Perbandingan Kadar Kreatinin san Asam Urat pada Serum dan Urin Penderita Hipertensi dan Normotensi. Bioma, J Biol Indones. 2015;11(2):164–72.




DOI: https://doi.org/10.33085/jnu.v4i1.5654

Refbacks

  • There are currently no refbacks.