Hubungan Lama Penggunaan Kontrasepsi IUD dengan Kadar Hemoglobin Pada Akseptor KB di Puskesmas Baamang 1 Sampit
Abstract
IUD adalah metode kontrasepsi yang bisa dipakai dalam jangka waktu lama dan sangat efektif, tetapi bisa menyebabkan efek samping seperti perdarahan menstruasi yang lebih banyak, sehingga berisiko mengurangi kadar hemoglobin, terutama jika digunakan dalam waktu yang lebih lama. Penelitian ini ingin mengetahui hubungan antara waktu penggunaan kontrasepsi IUD dengan tingkat hemoglobin pada para pengguna KB di Puskesmas Baamang 1 Sampit. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dan sampel merupakan seluruh penerima layanan KB IUD di Puskesmas Baamang 1 Sampit yang berjumlah 38 orang dengan menggunakan metode pengambilan sampel total. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi dan hasil pemeriksaan hemoglobin, lalu dianalisis melalui uji Chi-Square dengan tingkat kesalahan 0,05. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang yang menjawab pertanyaan menggunakan IUD selama lebih dari dua tahun, yaitu 68,4 persen, dan sebanyak 60,5 persen memiliki kadar hemoglobin yang kurang dari atau sama dengan 12 g/dL. Sebagian besar orang yang menggunakan IUD jangka panjang mempunyai kadar hemoglobin yang kurang dari atau sama dengan 12 g/dL. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
World Health Organization. Trends in maternal mortality 2000–2020: estimates by WHO, UNICEF, UNFPA, World Bank Group and UNDESA/Population Division. Geneva: WHO; 2023.
World Health Organization. Family planning/contraception. Geneva: WHO; 2021.
Matahari R, Utami FP, Sugiharti S. Buku ajar keluarga berencana dan kontrasepsi. Yogyakarta: Pustaka Ilmu; 2021.
Birliani N. Pengaruh penggunaan AKDR terhadap perubahan pola menstruasi pada akseptor KB. Jurnal Kebidanan. 2019;9(2):101–108.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2024.
Ainiyah NH, Taufiqoh S, Juniati E. Hubungan lama penggunaan KB IUD dengan kadar hemoglobin pada akseptor KB IUD. Jurnal Kebidanan. 2020;10(1):45–52.
Putri DA. Pengaruh penggunaan IUD terhadap volume darah menstruasi pada wanita usia subur. Jurnal Kesehatan Reproduksi. 2016;7(3):120–126.
Evelyn C. Fisiologi sistem hematologi dan hemoglobin. Jakarta: EGC; 2020.
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah. Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2022. Palangka Raya: Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah; 2023.
Kinanti GAA, Setyarini AI, Indriani R. The correlation of length of using IUD and hemoglobin levels in IUD acceptors. Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery). 2023;10(3):352–358.
Lowe RF, Prata N, Curtis KM. Hemoglobin and serum ferritin levels in women using copper-releasing or levonorgestrel-releasing intrauterine devices: a systematic review. Contraception. 2013;87(4):486–496.
Sharma S, Kumar A, Singh R, et al. Modern contraception and anaemia among reproductive-age women in India: results from a household survey. Journal of Preventive Medicine and Public Health. 2024;57(4):321–330.
DOI: https://doi.org/10.33085/jkg.v9i3.7123
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Sponsored/Supported by:
Contact Person:
Jl. Kapt Sumarsono 107, Helvetia, Medan, Sumatera Utara - 20124, Indonesia.
Hp: +6282 3659 99629. Tel/Faks: (061) 42084606
1.png)







