Hubungan Diabetes Melitus dengan Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara

Jelita Suryani Siregar, Wahyudi Wahyudi, Putra Apriadi Siregar, Rapotan Hasibuan

Abstract


Diabetes Melitus (DM) meningkatkan risiko tuberkulosis (TB), dengan penderita DM memiliki risiko 2-4 kali lebih besar mengalami TB dibandingkan individu non-DM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan diabetes melitus dengan kejadian tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara. Penelitian case sontrol ini dilakukan pada pasien di Puskesmas Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara. Sebanyak 31 responden kelompok kasus ditentukan dengan teknik total sampling dan 31 kontrol ditentukan dengan teknik quota sampling. Analisis dilakukan menggunakan uji chi square dengan a=0,05 serta perhitungan odds ratio (OR) dan 95% CI. Hasil menunjukkan terdapat hubungan antara lama menderita DM (p=0,035; OR=3,657) (95% CI=1,220-10,962), jenis DM (p=0,046; OR= 5,932) (95% CI= 1,163-30,254) dan kadar glukosa darah puasa (p=0,024; OR= 6,905) (95% CI= 1,368-34,846) dengan kejadian TB. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lama menderita DM, jenis DM dan kadar glukosa darah puasa berhubungan signifikan dengan kejadian tuberkulosis. Penegndalian glikemik optimal dan skrining TB terintegrasi pada penderita DM diperlukan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit.

Keywords


Diabetes Melitus; Tuberkulosis; Puskesmas

Full Text:

PDF

References


WHO. Global Tuberculosis Report. Geneva: World Health Organization; 2024.

WHO. Global Tuberculosis (TB) Report 2025. Geneva: World Health Organization; 2025.

WHO. South-East Asia Leads Gobal TB Cases—WHO Urges Swift Action to Address Gaps and Boost Progress. Geneva: World Health Organization; 2025.

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Dalam Angka. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2023.

WHO. Global Report Diabetes. Geneva: World Health Organization; 2024.

Batubara AA. Hubungan Diabetes Mellitus Tipe II dengan Risiko Peningkatan Kejadian Tuberkulosis Paru di Rumah Sakit Umum Haji Medan Tahun 2022. Ibnu Sina J Kedokt dan Kesehat -Fakultas Kedokteran, Univ Islam Sumatera Utara. 2024;23(2).

Mongkau LK, Langi F, Kalesaran AFC. Studi Ekologi Prevalensi Diabetes Melitus dengan Stroke di Indonesia. J Kesehat Masy. 2022;6(2):1156–62.

Nugraha IBA, Gotera W, Yustin WEF. Diabetes Melitus Sebagai Faktor Risiko Tuberkulosis. J Kedokt Meditek. 2021;27(3):273–81.

Abbas A. Epidemiologi Kejadian Tuberkulosis-Diabetes Mellitus (TB-DM) di Kota Kediri. J Ilmu Kesehat Masy. 2022;11(03):279–86.

WHO. TB & diabetes. Geneva: World Health Organization; 2021.

Puskesmas Portibi. Puskesmas Portibi Padang Lawas Utara. Padang Lawas Utara: Puskesmas Portibi; 2025.

Humaera G, Nusadewiarti A. Penatalaksanaan Holistik Pasien Wanita Usia 57 Tahun dengan TB Paru dan Diabetes Melitus Tipe II Melalui Pendekatan Dokter Keluarga. J Penelit Perawat Prof. 2025;7(2).

Putri AE, Sudrajat A. Gambaran Kadar Glukosa Darah Sewaktu Pada Pasien Wanita Lansia di Rumah Sakit Hermina Arcamanik. J Heal Anal Student. 2024;1(1):1–6.

Amu V, Ischak NI, Ahmad J. Faktor Determinan Kejadian TB Paru Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II di Kota Gorontalo. J Promot Prev. 2025;8(6):1596–603.

Wijayanti CDW. Hubungan Keterkaitan Pengidap Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Kejadian Tuberkulosis Paru. J Syntax Lit. 2024;9(7):3905.

Suratun S. Hubungan Intensitas Merokok dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Masker Med. 2025;13(1):91–100.

Tiara R, Tri A. Hubungan Antara Diabetes Mellitus Tipe 2 dengan Risiko Peningkatan Kejadian Tuberkulosis Paru. In: Seminar Nasional Riset Kedokteran 2 (SENSORIK). 2021. p. 95.

Rasyid Y, Caniago RS, Adzani NA, Setiawati E, Heppy F. Hubungan Kadar HBA1C dengan Konversi BTA Sputum pada Penderita Tuberkulosis Paru dengan Komorbid Diabetes Melitus Tipe II. Sci J. 2024;3(4):242–54.

Rosita R, Kusumaningtiar DA, Irfandi A, Ayu IM. Hubungan Antara Jenis Kelamin, Umur, dan Aktivitas Fisik dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Lansia di Puskesmas Balaraja Kabupaten Tangerang. J Kesehat Masy. 2022;10(3):364–71.

Erni Wahyuni EW. Perbandingan Kadar Glukosa Darah Puasa dan Glukosa Urine Puasa Pada Pasien DMT2 di RSUD Rokan Hulu. J Kesehat Tambusai. 2025;6(4).

Magliano DJ, Boyko EJ. IDF Diabetes Atlas 10th Edition Scientific Committee. IDF DIABETES ATLAS [Internet] 10th ed Brussels Int Diabetes Fed. 2021;9(7).

Panda S, Seelan DM, Faisal S, Arora A, Luthra K, Palanichamy JK, et al. Chronic Hyperglycemia Drives Alterations In Macrophage Effector Function In Pulmonary Tuberculosis. Eur J Immunol. 2022;52(10):1595–609.

Yusuf B, Nafisah S, Inayah NN. Literatur Review: Gula Darah Puasa Pada Penyakit Diabetes Melitus. J Farm Medica/Pharmacy Med J. 2023;6(1):28–33.

Nugrahaeni DK, Kusumasari I, Budiana TA, Mauliku NE. Factors Associated With Tuberculosis-Diabetes Mellitus Comorbidity. Period Epidemiol Journal/Jurnal Berk Epidemiol. 2025;13(1):75.

Lutfia Q. Hubungan Antara Kadar Glukosa Darah Puasa dengan Kejadian Neuropati Diabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. [Skripsi]. Fakultas Kedokteran Universitas Lampung; 2022.

Rissaadah S, Nursiswati N, Pahria T. Glycemic Profile And Clinical Treatment In Patients With Diabetes Mellitus-Tuberculosis: An Update Scoping Review. J Multidiscip Healthc. 2025;747–58.

Zhao L, Gao F, Zheng C, Sun X. The Impact Of Optimal Glycemic Control On Tuberculosis Treatment Outcomes In Patients With Diabetes Mellitus: Systematic Review And Meta-Analysis. JMIR public Heal Surveill. 2024;10(1).

Muslim A, Purwaningsih D, Tuntun M. Status Glikemik dan Tingkat Deteksi Bakteri Tahan Asam pada Pasien Diabetes Melitus. J Anal Kesehat. 2025;14(2):107–11.




DOI: https://doi.org/10.33085/jkg.v9i3.7096

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Sponsored/Supported by:

                     

Contact Person:

Hasanah Pratiwi Harahap
Department of Magister of Public Health, Faculty of Public Health, Institut Kesehatan Helvetia.
Jl. Kapt Sumarsono 107, Helvetia, Medan, Sumatera Utara - 20124, Indonesia.
Hp: +6282 3659 99629. Tel/Faks: (061) 42084606
Email: kesehatanglobal@helvetia.ac.id.