Review: Senyawa Penyusun Minyak Atsiri Kulit Jeruk Bali (Citrus Maxima) dan Aktivitas Farmakologinya

Nurina Barqy

Abstract


Pendahuluan: Jeruk Bali merupakan jenis tumbuhan tropis yang berasal dari Asia Tenggara dan banyak dibudidayakan di beberapa wilayah dan dapat digunakan sebagai tanaman herbal untuk menghindari resistensi dari obat kimia. Tujuan: Untuk mengetahui kandungan senyawa dan aktivitas farmakologi kulit jeruk Bali. Metode: Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini yaitu studi literatur secara online terhadap jurnal-jurnal yang telah diterbitkan pada tingkat nasional maupun internasional. Hasil: Jeruk Bali tumbuh subur di bawah sinar matahari dengan iklim tropis, kelembaban rata-rata pada suhu 25-32ᴼC, dan curah hujan 1.500-2.500 mm. Jeruk Bali tersusun atas bagian flavedo, albedo, dan endocarp. Senyawa limonen adalah senyawa utama penyusun minyak atsiri kulit jeruk Bali dengan persentase 94,96%. Senyawa lainnya terdiri dari mircen (2,48%), β-asaron (1,09%), germacrene D (1,01%), dan α-pinen (0,46%). Senyawa-senyawa yang terdapat pada jeruk Bali memiliki khasiat sebagai antioksidan, antimikroba, dan penurun kadar glukosa. Kesimpulan: Minyak atsiri kulit jeruk Bali memiliki berbagai senyawa penyusun dengan kandungan utama berupa senyawa limonen dan memiliki berbagai aktivitas farmakologi.


Keywords


Citrus maxima, Limonen, Minyak Atsiri

Full Text:

PDF

References


Ani PN, Abel HC. Nutrient, Phytochemical, and Antinutrient Composition of Citrus Maxima Fruit Juice and Peel Extract. Food Sci Nutr. 2018;6(3):653–8.

Maulida R. Pemanfaatan Naringin dan Kulit Buah Jeruk Bali dalam Pembuatan Minuman Effervescent dan Pengaruhnya Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Mencit. Dep Ilmu Pangan Univ Sumatera Utara. 2018.

Alfianur. Identifikasi Komponen Penyusun Minyak Atsiri Kulit Jeruk Manis (Citrus sinensis L.) Asal Selorejo dan Uji Aktivitas Antibakteri Menggunakan Metode Kertas Cakram. J Chem Inf Model. 2013;53(9):1689–99.

Chowdhury MRH, Sagor MAT, Tabassum N, Potol MA, Hossain H, Alam MA. Supplementation of Citrus maxima Peel Powder Prevented Oxidative Stress, Fibrosis, and Hepatic Damage in Carbon Tetrachloride (CCl4) Treated Rats. Evidence-based Complement Altern Med. 2015;2015.

Tim TK. Edible Medicinal and Non-Medicinal Plants: Volume 4, Fruits. Edible Med Non-Medicinal Plants Vol 4, Fruits. 2012;4:1–1022.

Suardhika IM. Perbandingan Pengaruh Lama Pengeringan terhadap Rendemen Minyak Atsiri Kulit Jeruk Manis (Citrus sinensis) dengan Destilasi Uap dan Identifikasi Linalool dengan KLT-Spektrofotodensitometri. J Farm Udayana. 2018;7(2):77.

Kurniawan A, Chandra, Indraswati N, Mudjijati. Ekstraksi Minyak Kulit Jeruk dengan Metode Distilasi, Pengepresan dan Leaching. Widya Tek. 2008;7(1):15–24.

Kartika Fitri AC, Proborini WD. Analisa Komposisi Minyak Atsiri Kulit Jeruk Manis Hasil Ekstraksi Metode Microwave Hydrodiffusion and Gravity Dengan Gc-Ms. Reka Buana J Ilm Tek Sipil dan Tek Kim. 2018;3(1):53.

Dewi AART, Antarini AN, Puryana IGPS. Perbedaan Waktu Pemanasan Albedo Kulit Jeruk Bali terhadap Mutu Jam Kulit Jeruk Bali. J ilmu gizi. 2013;4:144–53.

Jantan I, Ahmad AS, Ahmad AR, Ali NAM, Ayop N. Chemical Composition of Some Citrus Oils from Malaysia. J Essent Oil Res. 1996;8(6):627–32.

Njoroge SM, Koaze H, Karanja PN, Sawamura M. Volatile Constituents of Redblush Grapefruit (Citrus paradisi) and Pummelo (Citrus grandis) Peel Essential Oils from Kenya. J Agric Food Chem. 2005;53(25):9790–4.

Bordoloi AK, Pathak MG, Sperkova J, Leclercq PA. Volatile Constituents of the Fruit Peel Oil of Citrus maxima (j. Burman) Merrill, from Northeast India. J Essent Oil Res. 1999;11(5):629–32.

Saputra KA, Puspawati NM, Suirta IW. Kandungan Kimia Minyak Atsiri dari Kulit Buah Jeruk Bali (Citrus maxima) Serta Uji Aktivitas Antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. J Kim. 2017.

Dyaningratri A. Laporan Praktek Produksi Pemanfaatan Kulit Jeruk Bali (Citrus maxima) dalam Pembuatan Selai sebagai Diverkasi Pangan. Perpustakaan UnsAcId. 2011;

Nurfitriani. Penggunaan Metode Kromotografi Gas (GC) Dalam Mengkarakterisasi Minyak Atsiri Dari Kulit Jeruk Bali (Citrus maxima pericapium). 2013.

Candra I. Studi Komponen Bioaktif Daun Sirih Merah (Piper cf. arcuatum Blume). Tesis. 2010;(0806455143):1–64.

Suryanita S, Aliyah A, Djabir YY, Wahyudin E, Rahman L, Yulianty R. Identifikasi Senyawa Kimia dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Kulit Jeruk Bali (Citrus maxima Merr.). Maj Farm dan Farmakol. 2019;23(1):16–20.

Oriana E, La J. Identifikasi Kandungan Metabolit Sekunder dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak n- Heksana Kulit Jeruk Bali (Citrus maxima Merr.). 2012.

Pambudi A, Syaefudin, Noriko N, Azhari R, Azura PR. Identifikasi Bioaktif Golongan Flavonoid Tanaman Anting-Anting (Acalypha indica L.). J Al-Azhar Indones Seri Sains dan Teknol. 2015;2(3):178.

Wana N, Pagarra H. Efektivitas Ekstrak Pektin dari Kulit Buah Jeruk Bali (Citrus maxima) Sebagai Antimikroba. Bionature. 2019;19(2):140–51.

Vijaylakshmi P, Radha R. An Overview: Citrus maxima. The Journal of Phytopharmacology. 2015;4(5):263–7.

Zareba G, Cernichiari E, Hojo R, Nitt SM, Weiss B, Mumtaz MM, et al. Thimerosal Distribution and Metabolism in Neonatal Mice: J Appl Toxicol. 2007;27:511–8.

Ahmed OM, Mahmoud AM, Abdel-Moneim A, Ashour MB. Antidiabetic Effects of Hesperidin and Naringin in Type 2 Diabetic Rats. Diabetol Croat. 2012;41(2):53–67.

Nurmala S, Yanuar A. Potensi Antidiabetes Melitus Senyawa Flavonoid Kulit Jeruk: Sebuah Review Mengenai Mekanisme. Bimfi. 2020;7(2):58–74.




DOI: https://doi.org/10.33085/jdf.v5i2.4837

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Sponsored/Supported by:

                     

Contact Person:

apt.Meiva Amelia Lubis. S.Farm.,M.Farm
Department of Pharmacy, Faculty of Pharmacy, 
Institut Kesehatan Helvetia
Jl. Kapt Sumarsono 107, Helvetia, Medan, Sumatera Utara-20124, Indonesia
Hp: +6287784286161. Tel: (061) 42084606
email: duniafarmasi@helvetia.ac.id
Faks. (061) 42084606Website: https://helvetia.ac.id/.