Peran Petugas Kesehatan dalam Mengidentifikasi Faktor Penyebab Pernikahan Dini: Studi Kualitatif di Kota Medan

Ida Lestari Tampubolon, Nur Indrawaty Lipoeto, Ikhwana Elfitri, Eva Chundrayetti, Rizanda Machmud, Rozi Sastra Purna, Firdawati Firdawati, Ulfatmi Amirsyah

Abstract


Pendahuluan: prevalensi pernikahan dini di Indonesia memperlihatkan adanya tren penurunan tetapi tetap berada pada angka yang memerlukan perhatian serius dimana proporsi perempuan usia 20-24 tahun yang menikah  sebelum usia 18 tahun masih mencapai 6,92 %. Tujuan: untuk mengeksplorasi peran petugas kesehatan dalam mengidentifikasi faktor penyebab pernikahan dini yang memengaruhi upaya pencegahan pernikahan dini. Metode: Desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan terdiri dari tiga kepala puskesmas, tiga bidan koordinator, dan satu pejabat BKKBN Kota Medan (n=7). Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan triangulasi sumber Hasil: Ditemukan enam tema: (1) penyebab pernikahan dini, (2) program edukasi, (3) peran orang tua, (4) kolaborasi lintas sektor, (5) pencegahan dini, dan (6) evaluasi program. Akar masalah utama adalah kurangnya model edukasi terintegrasi yang menyasar orang tua remaja < 19 tahun. Hambatan meliputi identifikasi yang belum sistematis, kebijakan yang tidak spesifik, keterbatasan sumber daya, kolaborasi yang lemah, dan evaluasi program yang minim. Kesimpulan: Penelitian ini menjelaskan bahwa pentingnya penguatan program berbasis keluarga sebagai strategi utama dalam pencegahan pernikahan dini  dan kerja sama lintas sektor yang lebih strategis.


Keywords


Pernikahan Dini, Peran Tenaga Kesehatan, Pencegahan, Edukasi Orang Tua, Kolaborasi

Full Text:

PDF

References


Unicef. Is an End to Child Marriage within Reach? New York : Unicef; 2023.

Rumble L, Peterman A, Irdiana N, Triyana M, Minnick E. An Empirical Exploration of Female Child Marriage Determinants in Indonesia. BMC Public Health. 2018;5(3):1–13.

Bappenas. Strategi Nasional Pencegahan Perkawinan Anak. Jakarta : Badan Perencanaan Pembangunan Nasional: Kementrian PPN/ Bappenas; 2020.

BPS. Profil Statistik Kesehatan 2023. Jakarta : Badan Pusat Statistik; 2023.

Fan S, Koski A. The Health Consequences of Child Marriage: A Systematic Review of The Evidence. BMC Public Health. 2022;22(1):1–17.

Unicef U. Research Spotlight: Successful Multisectoral and Multilevel Approaches. New York : Unicef; 2022.

Unicef. Leveraging Large Scale Sectoral Programmes to Prevent Child Marriage. New York : Unicef; 2022.

Kabir MR, Ghosh S, Shawly A. Causes of Early Marriage and Its Effect on Reproductive Health of Young Mothers in Bangladesh. Am J Appl Sci. 2019;16(9):289–97.

Psaki SR, Melnikas AJ, Haque E, Saul G, Misunas C, Patel SK, et al. What Are the Drivers of Child Marriage? A Conceptual Framework to Guide Policies and Programs. J Adolesc Heal. 2021;69(6):S13–22.

Pratomo H. Kesehatan Reproduksi Remaja. Teori dan Program Pelayanan di Indonesia. Depok: Rajawali Perss; 2022. 306 p.

BKKBN. Modul Pegangan bagi Fasilitator Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Jakarta Timur : Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional; 2019.

BPS Kota Medan. Sensus Kota Medan. Medan : Badan Pusat Statistik Kota Medan; 2023.

Jelahut F. Aneka Teori dan Jenis Penelitian Kualitatif. Jakarta: Sage Publications Inc; 2022.

Hardisman. Metodologi Penelitian Kualitatif. Depok: Rajawali Perss; 2020. 120 hlm.

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, kualitatif dan R&D. 19th ed. Bandung: Cv Alfabeta; 2019. 1-346 p.

Malhotra A, Elnakib S. Evolution in The Evidence Base on Child Marriage. New York: United Nations Population Fund; 2021.

Pramono J. Implementasi dan Evaluasi Kebijakan Publik. Palembang: Unisri Press; 2020. 154 p.

Damayanti E, Astuti DA. Peer Counselor as A Preventive Effort Against Early Marriage Using the Health Belief Model Approach. Bul Ilmu Kebidanan dan Keperawatan. 2024;3(3):108–20.

Desmawanti, Rosa., Niagara ST. Penyuluhan Pencegahan Pernikahan Dini. Yogyakarta: Deepublish; 2023.

Singh P et al. Health Workers Roles in Child Marriage Prevention. Reprod Health. 2023;20(1):33.

Suadi A, Candra M. Prevention of Child Marriage in Indonesia Based on System Interconnection. J Southwest Jiaotong Univ. 2022;57(6):926–37.

Mehra D, Sarkar A, Sreenath P, Behera J, Mehra S. Effectiveness of A Community Based Interventionto Delay Early Marriage, Early Pregnancy and Improve School Retention Among Adolescents in India. BMC Public Health. 2018;18(1):1–13.

Wibowo HR, Ratnaningsih M, Goodwin NJ, Ulum DF, Minnick E. One household, two worlds: Differences of perception towards child marriage among adolescent children and adults in Indonesia. Lancet Reg Heal - West Pacific. 2021;8(4).

Ramadhan AR. Strategi Pencegahan Perkawinan Anak di Kabupaten Jember Melalui Konsep Pencegahan Terpadu Berbasis Komunitas dan Keluarga. In: Seminar Nasional Hukum Keluarga Islam. Jember : Hukum Keluarga Islam; 2021. p. 86–102.




DOI: https://doi.org/10.33085/jbk.v9i1.6813

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Jurnal Bidan Komunitas

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Sponsored/Supported by:

                     

Contact Person: Wardiah Suryani

Midwifery Department, Faculty of Pharmacy and Health, Institut Kesehatan Helvetia, Medan, Indonesia.

Jl. Kapt Sumarsono 107, Helvetia, Medan Helvetia, Medan, Sumatera Utara - 20124.

Call/WA : +6281993662783. Telp : (061) 42084106

email : bidankomunitas@helvetia.ac.id