Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Abortus Incomplete

Mawadhah Yusran, Ely Arianti, Nurlaely HS

Abstract


Latar Belakang: Abortus merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang paling sering terjadi dalam kehamilan khususnya pada trimester pertama. Abortus umumnya ditandai dengan perdarahan yang biasanya sedikit, namun lama kelamaan perdarahan menjadi cukup banyak seperti haid dan keadaan ini merupakan salah satu kegawatdaruratan pada ibu hamil di trimester pertama yang tidak hanya mengancam janin namun juga ikut serta menambah angka kematian ibu. Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus incomplete di Rumah Sakit Umum “I” Bagan Batu Tahun 2020. Metode: Desain penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mengalami kejadian abortus incomplete sebanyak 32 orang. Dengan sampel adalah seluruh populasi. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan antara paritas (p value = 0.002), riwayat kehamilan ibu (p value = 0,001) dan riwayat  penyakit ibu (p value = 0,001) dengan kejadian abortus incomplete. Kesimpulan: Ada hubungan antara paritas, riwayat kehamilan ibu, riwayat penyakit ibu dengan kejadian abortus incomplete.


Keywords


Abortus incomplete, Paritas, Riwayat kehamilan

Full Text:

PDF

References


Prawirohardjo S. Ilmu Kebidanan. Jakarta: PT. Bina Pustaka; 2013.

Bobak IM, Lowdermilk DL, Jensen MD, Perry SE. Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Jakarta: EGC; 2012.

Myles. Buku Ajar Bidan. Jakarta: EGC; 2009.

Kemenkes. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2015. Jakarta; 2016.

Statistik BP. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI). Jakarta; 2013.

Utara DPS. Profil Kesehatan Sumatera Utara Tahun 2016. Medan; 2017.

Masamba R. Undang-Undang Kesehatan RI. II. Rumini, editor. Medan: Citra Medika; 2017. 19-20 p.

Halim R. Karakteristik Penderita Abortus Inkompletus di RSUD DR. Pirngadi Kota Medan. Gizi, Kesehat Reproduksi dan Epidemiol. 2013;2(2).

Dinkes Jawa Tengah. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Semarang; 2012.

Kuntari T. Determinan Abortus di Indonesia. J Kesehat Masy Nas. 2010;4(5).

Prawihardjo S. Ilmu Kebidanan Edisi 2. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka; 2011.

Wahyuni S. Faktor Resiko yang Berhubungan dengan Kejadian Abortus di RSUD Ungaran Jawa Tengah. J Kebidanan. 2017;6(13):1–11.

Mariani. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Abortus Inkomplit di Ruang Kebidannann Rumah Sakit Umum Daerah DR. Zainoel Abiddin Banda Aceh. Repository Poltekkes Kemenkes Aceh; 2012.

Notoatmodjo S. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta; 2012.

Pratiwi R. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Abortus Incomplete di RSUD Muntilan. Digilib Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta; 2016.

Llewellyn-Jones. Fundamentals of Obstetrics and Gynecology. Jakarta: Trans Hayanto; 2011.




DOI: https://doi.org/10.33085/jbk.v5i3.5397

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Jurnal Bidan Komunitas

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Sponsored/Supported by:

                     

Contact Person: Wardiah Suryani

Midwifery Department, Faculty of Pharmacy and Health, Institut Kesehatan Helvetia, Medan, Indonesia.

Jl. Kapt Sumarsono 107, Helvetia, Medan Helvetia, Medan, Sumatera Utara - 20124.

Call/WA : +6281993662783. Telp : (061) 42084106

email : bidankomunitas@helvetia.ac.id