Hubungan Status Gizi dan Usia Menarche dengan Kejadian Dismenore pada Mahasiswa Tingkat I Semester II Akademi Kebidanan RSPAD Gatot Soebroto
Christin Jayanti
Abstract
Latar Belakang: Masa remaja juga dapat diartikan sebagai masa yang ditandai oleh adanya perubahan pada bentuk tubuh,penampilan diri, sikap kepemilikan, sikap sosial dan minat seks. Masa pubertas yaitu suatu fase perkembangan yang ditandai dengan terjadinya kematangan organ seksual dan menuju tercapainya kemampuan reproduksi. Salah satu tanda seorang wanita memasuki usia pubertas adalah terjadinya menarche. Menarche adalah menstruasi pertama yang biasa terjadi dalam rentang usia 10-16 tahun atau pada masa awal remaja sebelum memasuki usia reproduksi. Nyeri menstruasi dalam istilah medis disebut dysmenorrhea (dismenore) atau menstrual cramps. Tujuan :Untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian dismenore. Metode : Pengumpulan data dikumpulkan secara langsung pada saat penelitian. Proses pengumpulan data dengan cara memberikan angket/kusioner kepada seluruh mahasiswi semester II. Hasil : Dari 59 responden yang di ketahui status gizi normal sebanyak 45 responden (76,3%), gizi underwight sebanyak 10 responden (16,9%). Sedangkan yang obesitas sebanyak 4 responden (6,8%). kejadian dismenore tidak pernah sebanyak 17 responden (28,8%) sedangkan yang kadang - kadang sebanyak 23 responden (38,9%) sedangkan yang sering sebanyak 19 responden (32,3%). Kesimpulan : Dari Hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara status gizi berat badan atau tinggi badan dengan terjadinya disminore p= 0,202. dan terdapat hubungan antara usia menarche dengan kejadian dismenore pada Mahasiswa Tingkat I Semester II p= 0,002
Damayanti. Gizi dalam Daur Kehidupan. Pertama. Jakarta: Kemenkes; 2017. 292p.
Thamaria N. Penilaian Status Gizi. Kemenkes RI. TNP2K. 2017; Jakarta
Prawirohardjo S, Wiknjosastro H. Ilmu Kandungan Edisi Ketiga. 2014;398–423.
Mulastin. Hubungan Status Gizi dengan Dismenore Remaja SMA Islam Al Hikmah Jepara. 2011;1:1–23.
Fitriana, W R. Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Dismenore pada Mahasiswi di Akademi Kebidanan Meuligo Meulaboh. 2013; Skripsi
Masturoh, I, Anggita N. Metodologi Penelitian Kesehatan. 2018;68–70.
Purba E, Rompas S, Karundeng M. Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Penanganan Dismenore di SMA Negeri 7 Manado. J Keperawatan UNSRAT. 2014;2(2):109923.
Salamah U. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri terhadap Perilaku Penanganan Dismenore. Vol. 9, Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia. 2019. p. 123–7.
Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. 2012; Rineka Cipta
Acintya, S. Hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Kejadian Dismenore Primer pada Mahasiswi Semester 7 Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah Surabaya. Hang Tuah Med J. 2017;15(1):10–20.
Aditiara BE. Hubungan antara Usia Menarche dengan Dysmenorrhea Primer. Jurnal Chem Inf Model. 2013;53(9):1689–99.
Astuti EP. Hubungan Indeks Masa Tubuh (Imt) dengan Dismenorea pada Remaja. Jurnal Kebidanan. 2018;9(02):121.
Klau RO. Hubungan antara Status Gizi dan Olah Raga dengan Kejadian Dismenore pada Mahasiswi Jurusan Kebidanan Rangkasbitung Tahun 2015. Ekp. 2015;13(November):178–91.
Savitri NPW, Citrawathi DM, Dewi NPSR. Hubungan Status Gizi dan Usia Menarche dengan Kejadian Disminore Siswi SMP Negeri 2 Sawan. J Pendidik Biologi Undiksha. 2019;6(2):93–102.
Husnul L. Hubungan Status Gizi, Usia Menarche dengan Dismenorea pada Remaja Putri di SMK K Tahun 2017. 2017