Evaluasi Pemakaian Antibiotik yang Rasional pada ISPA Non Pneumonia di Puskesmas Induk Kota Binjai

Anita Anita, Darwin Syamsul, Suprianto Suprianto

Abstract


Pendahuluan; Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit infeksi akut yang menyerang salah satubagian atau lebih dari saluran nafas mulai dari hidung hingga kantong paru seperti sinus/rongga di sekitar hidung, rongga telinga tengah dan pleura. Tujuan; Penelitian ini untuk mendapatkan kerasionalan antibiotik pada ISPAnonpneumonia di Puskesmas Induk Kota Binjai yang mengacu pada kesesuaian mengikuti bukti pedoman dan indikator kinerja penggunaan antibiotik rasional dengan pendekatan diagnosis penyakit terhadap ketepatan indikasi.Metode; Penelitian ini secara deskriptif dengan pengambilan data retrospektif untuk memperleh gambaran penggunaan antibiotik. Data yang diperoleh dianalisis dimaksudkan untuk memperoleh informasi tentang penggunaan antibiotik yang rasional.Hasil; Penelitian Jumlah kasus dari keenam puskesmas sebanyak 113 resep pada pasien anak dan 509 resep pada pasien dewasa, dari data hasil persentase yang menggunakan antibiotik pada anak 15,111% dan pada dewasa 63,826%, jumlah dari keseluruhan yang menggunakan antibiotik pada ISPAnonpneumonia sebanyak 78,939%. Penelitian dapat disimpulkan untuk kerasionalan antibiotik pada penyakit ISPAnonpneumoniabatas maksimum yang ditetapkan oleh departemen kesehatan, yaitu 20%.Kesimpulan;Penelitian mengenai evaluasi penggunaan antibiotik yang rasional pada Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) nonpneumoniadiPuskesmas Induk yang berada di Kota Binjai, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang antibiotika merupakan faktor risiko meningkatnya tingkat resistensi bakteri terhadap antibiotik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien ISPAnonpneumonia dan disarankan bagi tenaga kesehatan yang terkait lebih sering memonitoring ke masing-masing puskesmas.


Keywords


Puskesmas; Evaluasi Antibiotik

Full Text:

PDF

References


Indonesia KKDJB. Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik. Kementeri Kesehat RI. 2011;

Kementrian Kesehatan RI. Pedoman Pengendalian Infeksi Saluran Pernafasan Akut. Jakarta Kementeri Kesehat RI. 2011;

Kementerian Kesehatan RI. Modul Penggunaan Obat Rasional. Modul Pengguna Obat Rasional. 2011;8–10.

Abdulkadir W. Evaluasi Penggunaan Antibiotika yang Rasional di Rumah Sakit Gorontalo dengan Kategori Gyssens. Vol. 8, Jurnal Sainstek. 2015. p. 11.

Tambunan T. Keputusan Klinik dalam Penggunaan Antibiotik. Sari Pediatr. 2016;6(1):52–6.

Wardhana ZP. Profil Penyimpanan Obat di Puskesmas pada Dua Kecamatan yang Berbeda di Kota Kediri. Calyptra. 2013;2(2):1–9.

Carolina M, Widayati A. Evaluasi Penggunaan Antibiotika dengan Metode DDD (Defined Daily Dose) pada Pasien Anak Rawat Inap di Sebuah Rumah Sakit Pemerintah di Yogyakarta Periode Januari-Juni 2013. Media Farm. 2014;11(1).

Janknegt R, Oude Lashof A, Gould IM, Van der Meer JWM. Antibiotic use in Dutch Hospitals 1991-1996. J Antimicrob Chemother. 2000;45(2):251–6.

Aslam M, Tan CK, Prayitno A. Farmasi Klinis, Menuju Pengobatan Rasional dan Penghargaan Pilihan Pasien. Jakarta: Elex Media Komputindo; 2003. 18, 192, 321, 322, 325 p.

Kefarmasian DP. Petunjuk Teknis Pemantauan Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) Penggunaan Obat Rasional.

Hidayati T. Pekerja Sektor Informal dan Pengembangan Wilayah di Kota Binjai. Pekerja Sekt Informal Dan Pengemb Wil Di Kota Binjai. 2007;

Sutrisna EM. Penggunaan Antibiotika Secara Rasional. In Purwodadi: IDI Wil. Jateng; 2012.

Putra IMAS, Wardani IGAAK. Profil Penggunaan Antibiotika untuk Pengobatan ISPA Nonpneumonia di Puskesmas Kediri II tahun 2013 sampai dengan 2015. Medicamento. 2017;3(1):1–6

Sarini P, Barliana MI, Eli H, Pradipta IS, Nurul A. Monitoring Penggunaan Antibiotik dengan Metode ATC/DDD dan DU 90%: Studi Observasional di Seluruh Puskesmas Kabupaten Gorontalo Utara. Indones J Clin Pharm. 2015;4(4):275–80.




DOI: https://doi.org/10.33085/jdf.v3i3.4481

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Sponsored/Supported by:

                     

Contact Person:

Muhammad Andry
Department of Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Institut Kesehatan Helvetia
Jl. Kapt Sumarsono 107, Helvetia, Medan, Sumatera Utara-20124, Indonesia
Hp: +6281262445695. Tel: (061) 42084606
email: duniafarmasi@helvetia.ac.id
Faks. (061) 42084606Website: https://helvetia.ac.id/.