Formulasi Sediaan Serbuk Effervescent Sari Buah Jambu Biji (Psidium Guajava)

Christina Sihomning, Vivi Eulis Diana

Abstract


Pendahuluan: Jambu biji (Psidium guajava) merupakan  salah satu tanaman yang sudah lama dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Buah jambu biji mengandung beta karoten dan vitamin Cyang tinggi sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan menyembuhkan sariawan, jambu biji mengandung zat non-gizi yang tinggi dan kaya akan serat pangan. Tujuan: dari penelitian ini untuk mengetahui apakah sari buah jambu biji dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan serbuk effervecent. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, formulasi sediaan serbuk effervecent yang terdiri dari berbagai komposisi diantaranya asam sitrat, asam tartrat, natrium bikarbonat, laktosa, dan serbuk kering sari buah jambu biji. Pengujian terhadap sediaan serbukeffervecent dari sari buah jambu biji  meliputi pengujian waktu dispersi, pH dan pengujian hedonik. Hasil: Uji waktu dispersi pada sediaan serbuk effervecent sari buah jambu biji menunjukkan waktu dispersi yang baik, dimana semua sediaan larut sempurna dalam waktu kurang dari 52-59 detik, dimana formula I memiliki waktu dispersi tercepat yaitu 28,29 detik, formula II dengan waktu 31,58 detik, dan formula III dengan waktu dispersi terlama yaitu 34,08 detik. Pada pengujian pH serbuk effervecent sari buah jambu biji didapatkan pH masing-masing produk dengan jumlah, formula I dengan pH 4,6 dan formula II pH 4,7 sedangkan formula III 4,8. Pada pengujian hedonik yaitu atribut rasa menunjukkan formula III rasa terlalu asam, Formula II memiliki rasa tidak terlalu asam, dan Formula I memiliki rasa lebih manis. Kesimpulan :Sari buah jambu biji (Psidium guajava) dapat diformulasikan kedalam bentuk sediaan serbuk effervecent. Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk membuat sediaan serbuk effervecent sari dari sari buah lainnya.

 

 


Keywords


Sari buah jambu biji (Psidium guajava L), Serbuk Effervescent

Full Text:

PDF

References


Subroto A, Harmanto N. Pilih jamu dan herbal tanpa efek samping. Elex Media Komputindo; 2013.

Sangat HM, Zuhud EAM, Damayanti EK. Kamus Penyakit dan Tumbuhan Obat Indonesia:(Etnofitomedika I). Yayasan Pustaka Obor Indonesia; 2000.

Prikasih Dp. Kajian Etnobotani Tumbuhan Obat Oleh Masyarakat Di Desa Buninagara Kabupaten Bandung Barat. Fkip Unpas; 2016.

Agromedia R. Buku Pintar Tanaman Obat: 431 jenis tanaman penggempur aneka penyakit. Agromedia; 2008.

Cahyono B. Sukses Budi Daya Jambu Biji di Pekarangan dan Perkebunan. Yogyakarta Lily Publ. 2010;

Anggraini S. Optimasi formula fast disintegrating tablet ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.) dengan bahan penghancur sodium starch glycolate dan bahan pengisi manitol. Universitas Muhammadiyah Surakarta; 2010.

Anwar K. Formulasi Sediaan Tablet Effervescent dari Ekstrak Kunyit (Curcuma domestica Val.) dengan Variasi Jumlah Asam Sitrat-Asam Tartrat Sebagai Sumber Asam. J Sains dan Terap Kim. 2016;4(2)

Jufri M, Djajadisastra J, Maya L. Pembuatan mikroemulsi dari minyak buah merah. Pharm Sci Res. 2012;6(1):18–27.




DOI: https://doi.org/10.33085/jdf.v1i1.4346

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Sponsored/Supported by:

                     

Contact Person:

Muhammad Andry
Department of Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Institut Kesehatan Helvetia
Jl. Kapt Sumarsono 107, Helvetia, Medan, Sumatera Utara-20124, Indonesia
Hp: +6281262445695. Tel: (061) 42084606
email: duniafarmasi@helvetia.ac.id
Faks. (061) 42084606Website: https://helvetia.ac.id/.