Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) pada Wanita Pekerja Petani Kopi di Kabupaten Bener Meriah

Rina Riyanti, Novitri Adelina Sipayung

Abstract


Bayi dengan berat badan lahir rendah (berat lahir <2.500 gram) banyak dihubungkan dengan meningkatnya risiko kesakitan dan kematian bayi, terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan kognitif, dan selanjutnya menderita penyakit kronik di kemudian hari. Permasalahan yang terjadi pada ibu hamil di Kabupaten Bener Meriah adalah asupan gizi selama kehamilan kurang baik, ibu jarang melakukan pemeriksaan ke tenaga kesehatan, bahkan ada yang melakukan pemeriksaan ke dukun bayi, ibu ada yang mengalami anemia (Hb rendah). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian bayi berat badan lahir rendah (BBLR)  pada wanita pekerja petani kopi  di Kabupaten Bener Meriah tahun 2016. Desain penelitian ini adalah observasional  dengan menggunakan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah ibu yang melahirkan dari bulan Januari-Desember 2015 sebanyak 376 orang. Sampel dalam penelitian ini dibagi kedalam dua kelompok kasus dan kelompok kontrol. Kelompok Kasus adalah kelompok ibu yang melahirkan bayi dengan berat badan lahir < 2.500 gram sebanyak 38 orang. Kelompok Kontrol adalah kelompok ibu yang melahirkan bayi dengan berat badan lahir normal (≥ 2.500 gram) sebanyak 38 orang. Analisi data dilakukan dengan Uji statistik chi square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian dengan uji statistik diketahui ada hubungan antara faktor umur ibu, jumlah anak, jarak kehamilan, hipertensi, perubahan psikologis selama kehamilan, kebiasaan merokok dan minum alkohol, penambahan berat badan, riwayat anemia antenatal care dengan kejadian BBLR pada wanita pekerja petani kopi di Kabupaten Bener Meriah tahun 2016 dengan p value < α = 0,05 pada petani kopi di Kabupaten Bener Meriah tahun 2016. Kesimpulan terdapat hubungan faktor risiko yang  dengan kejadian bayi berat badan lahir rendah (bblr) pada wanita pekerja petani kopi di kabupaten bener meriah Tahun 2016

Kata Kunci : Faktor Risiko, Kejadian BBLR 


Full Text:

PDF

References


Paska H. Kelainan Periodontal Maternal Sebagai Faktor Risiko Terjadinya Bayi Berat Lahir Rendah Kurang Bulan. Faculty Of Medicine; 2006.

Kusmiyati Y. Asuhan Kehamilan. Yogyakarta: Fitra Maya; 2013.

Hastuti P. Pendidikan Kesehatan Meningkatkan Praktik Perawatan Metode Kanguru (Pmk) Pada Ibu Nifas Dengan Bayi Berat Lahir Rendah. J Ris Kesehat. 2018;7(1):32–6.

Rini Ss, Trisna Iw. Faktor–Faktor Risiko Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah Di Wilayah Kerja Unit Pelayanan Terpadu Kesmas Gianyar Ii. Bali Progr Stud Pendidik Dokter, Fak Kedokt Univ Udayana. 2012;

Indonesia Mk. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2013. Jakarta Menteri Kesehat Indones. 2013;

Perempuan Kp. Profil Anak Indonesia 2012. Jakarta Cv Miftahur Rizky. 2012;

Besar Da. Profil Kesehatan Kabupaten Aceh Besar Tahun 2015. Jantho Dinas Kesehat Kabupaten Aceh Besar. 2015;

Kartikawati E. Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Kehamilan Persalinan Bayi Baru Lahir Dan Nifas Normal Pada Ny. F Usia 25 Tahun G1p0a0 Umur Kehamilan 40 Minggu Di Bpm Ummi Khamidah Wonosobo

Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Universitas Muhammadiyah Purwokerto; 2014.

Margaretha Sl. Metoda Kanguru Pada Perawatan Bayi Berat Lahir Rendah. Sari Pediatr. 2016;8(3):181–7.

Yongky Y, Hardinsyah H, Gulardi G, Marhamah M. Status Gizi Awal Kehamilan Dan Pertambahan Berat Badan Ibu Hamil Kaitannya Dengan Bblr. J Gizi Dan Pangan. 2009;4(1):8–12.

Subekti R, Kartasurya Mi, Mawarni A. Analisis Faktor Risiko Kejadian Berat Badan Lahir Rendah Di Kabupaten Banjarnegara. Universitas Diponegoro; 2015.

Simanjuntak Na. Hubungan Anemia Pada Ibu Hamil Dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (Bblr) Di Badan Pengelola Rumah Sakit Umum (Bprsu) Rantauprapat Kabupaten Labuhan Batu Tahun 2008;

Siswosudarmo R. Pendekatan Praktis Penelitian Epidemiologi Klinis Dan Aplikasi Spss Untuk Analisis Statistika. Yogyakarta Fak Kedokt Univeritas Gadjah Mada. 2015;

Kurniati E, Novita M. Hubungan Paritas Dengan Berat Badan Lahir Rendah Di Wilayah Kerja Puskesmas Bareng Kabupaten Jombang Tahun. J Metab Vol 2 No 4 Oktober 2013. 2015;2(4).

Hamdi As, Bahruddin E. Metode Penelitian Kuantitatif Aplikasi Dalam Pendidikan. Deepublish; 2015.

Notoatmodjo S. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2010.

Gunawan S. Mau Anak Laki-Laki Atau Perempuan Bisa Diatur. Agromedia; 2010.

Khoiriah F, Dian Isti Angraini Mph, Carolina N. Hubungan Pertambahan Berat Badan Ibu Selama Hamil Dengan Berat Bayi Lahir Rendah. J Major. 2015;4(3).

Rahmayana R. Hubungan Pola Asuh Ibu Dengan Kejadian Stunting Anak Usia 24-59 Bulan Di Posyandu Asoka Ii Wilayah Pesisir Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar Tahun 2014. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar; 2014.

Lestari Ad. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Konsumsi Buah Dan Sayur Pada Siswa Smp Negeri 226 Jakarta Selatan Tahun 2012. 2013;

Septiani R. Faktor Maternal Pada Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (Bblr) Di Indonesia (Analisis Data Riskesdas 2013). 2015;




DOI: https://doi.org/10.33085/jbk.v1i1.3918

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Bidan Komunitas

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Sponsored/Supported by:

                     

Contact Person: Wardiah Suryani

Midwifery Department, Faculty of Pharmacy and Health, Institut Kesehatan Helvetia, Medan, Indonesia.

Jl. Kapt Sumarsono 107, Helvetia, Medan Helvetia, Medan, Sumatera Utara - 20124.

Call/WA : +6281993662783. Telp : (061) 42084106

email : bidankomunitas@helvetia.ac.id